(2016) DEPARTEMEN MATA RSMH SIAP MENJADI RUJUKAN NASIONAL
Menurut dr. H. Elza Iskandar SpM(K), RSMH termasuk pada pelayanan kesehatan tingkat ketiga dengan fasilitas kesehatan tersier. "Jadi yang dirujuk ke sini adalah pasien yang penyakit matanya sudah berat-berat. Yang ringan sudah disaring terlebih dahulu di tingkat layanan primer dan sekunder sesuai dengan peraturan BPJS ," jelasnya.
Saat ini penyakit atau kelainan mata yang banyak dirujuk ke RSMH adalah kasus tumor mata rekonstruksi mata, dan vitreo retina. Dengan 13dokter sub-spesialis mata yang dimiliki RSMH, seperti sub-spesialis strabismus (mata juling), glaukoma (tekanan bola mata tinggi), vitreo retina (kelainan pada retina) dan rekonstrusi (bedah plastik) dll, pasien dapat tertangani dengan baik. "Kebanyakan pasien yang dikonsultasikan dari berbagai daerah.
Kami mengembangkan pelayanan mata ini menjadi program unggulan. Karena syarat menjadi unggulan sudah terpenuhi yakni: 1. Pasien harus banyak dan 2. Menjadi rujukan, bukan hanya dari Sumatera Selatan tapi dari keempat provinsi yang lain," ujar dr. Elza. RSMH mempunyai dua pelayanan unggulan yakni onkologi terpadu dan kardiovaskular pada tahun 2015 .
Onkologi adalah sub bidang medis yang mempelajari dan menangani penyakit kanker. "Yang dimaksud pelayanan onkologi terpadu adalah semua kasus tumor, mulai tumor mata, THT, hati, otak dll dapat ditanggulangi dalam satu divisi yang terintegrasi. Jadi departemen mata, masuk dalam program unggulan onkologi terpadu karena sudah punya bagian khusus yakni onkologi mata," terang dr. Elza.
Begitu pula dengan penyakit mata yang tergolong vitreo retina. RSMH telah memiliki dua sub spesialis yang berpengalaman di bidang vitrektomi. "Pelayanan vitrektomi juga merupakan program unggulan. Pasiennya banyak, karena tidak bisa ditanggulangi di daerah-daerah. Misal retinanya lepas, pendarahan retina dan infeksi dalam bola mata. Dengan vitrektomi retina yang lepas dapat dilengketkan kembali," ujar dr. Elza. Terkait dengan pelayanan tersebut, yang perlu ditingkatkan adalah teknologinya. "Alat perlu di-upgrade dengan power yang besar agar operasi vitrektomi dapat semakin banyak dan hasil operasi semakin bagus. Karena ini sepadan dengan jumlah pasien yang cukup besar," tambahnya. Kerjasama Mengoptimalkan Rujukan Berjenjang Untuk meningkatkan
Pelayanan mata, RSMH telah menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumsel untuk sub-spesialis katarak, bedah refraksi serta infeksi dan imunologi. Selain itu, untuk memenuhi standar akreditasi rumah sakit, RSMH sedang membangun Academic Health System (AHS) yang merupakan pengembangan kemitraan antara perguruan tinggi dengan berbagai penyedia layanan kesehatan yang berfokus pada penelitian, pelayanan klinis, pendidikan dan pelatihan. Dengan sistem AHS, RSMH sebagai rumah sakit rujukan nasional berkerjasama dengan rumah sakit rujukan regional, yakni RSUD Palembang Bari. Kemudian RSMH sebagai rumah sakit pendidikan selalu terintegrasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Jaringan
AHS ini lalu turun ke bawah untuk membina puskesmas yang melibatkan peran Dinas Kesehatan Kota Palembang. Menurut dr. Elza, pembinaan di tingkat puskesmas sudah berjalan, sembari mempelajari bagaimana mekanisme rujukan pasien ke RSUD Palembang Bari sebelum dirujuk ke RSMH sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) "Kami melatih petugas puskesmas untuk dapat melakukan screening penglihatan, screening tekanan bola mata dan sebagainya. Ada transfer of knowledge dan skill di sana. gunanya agar petugas di tingkat layanan primer semakin terampil dan dapat menangani banyak pasien," tutup dr. Elza
Suhaimi ( Humas RSMH )
Kumpulan Narasiu Buku Sejarah

Comments
Post a Comment